Puisi petang: Sang Hinggap datang lagi...

16:45 puteri jalanan a.k.a annur 13 Comments


sumber gambar: juweialhaj.blogspot.com

"Kau kata cinta kita kan abadi...sama seperti air terjun itu...maka sehingga kini hatiku sedih melihat simbol keabadian itu.."

Satu.dua.tiga.
Hanya satu akan abadi.
Bagi makhluk, dua itu satu jika benar dirasai,
Ada kanan, pasti ada kiri.
Ada lelaki pasti ada perempuan disisi.
Bercantumnya mereka, maka ia abadi.
Kerana abadi punya misteri.
Yang bukan mudah untuk ditelusuri,
Segala jejak yang ia pernah lalui,
Dan segala memori yang terlekat pada diri.

"dua hati yang berdegup sebagai satu...mereka tidak pernah berpisah...yang satu pergi, yang satu akan menjadi si pari-pari..."

Jika kau sebut abadi,
Pastikan kau cari satu,dua,tiga  dan misteri yang menyelubungi,
Abadi bisa jadi neraka jika selalu disalaherti,
Abadi juga bisa jadi syurga buat jiwa yang lepas dari mahu tanpa henti,
Jangan buka cerita tentang yang maha abadi,
Kerana ia satu kesakitan yang takkan mampu kita mengerti,
Selagi wujud diri masih mampu kita rasai.

"ketahuilah, kita sememangnya tidak pernah berpisah...kemanapun kau pergi, aku akan ikuti...walaupun ia berupa fitrah bagi diri, tapi sebenarnya lebih kepada sayang dalam hati..."

Bila kegelapan sudah selubungi,
Menyebut juga tidakku berani,
Segala keramat kata ilahi,
Sebelum ia termaktub jelas pada realiti,
Manusia kata ia hukuman buat diri,
Buat dosa yang dilakukan sebelum ini,
Tapi daku merasa ia satu keindahan yang tak bisa dimengerti,
oleh jiwa yang lemah dalam pertarungan di dunia ini.

Terlalu banyak yang ingin aku kongsikan disini,
Tapi setiap kalinya seolah tersekat maka lahirlah puisi canggung seperti ini,
Maafkanku kerana ini saja mampu kuberi,
Kerana aku ini hanya penyampai erti,
Dan bukannya pemilik khazanah alam ini.

“Abadi itu kunci kelima yang sulit untuk difahami.”

"Selagi ia mengalir, maka cinta kita abadi, wahai sayangku...aku tidakkan menuntut apapun janji jika kau tidak sudi...tetapi benarkan aku mengenang segala kenangan di dalam hati..."

"Oh, maaf aku hanya penyampai isihati Sang Hinggap saja...katanya; selepas gerabak ini, dia akan pergi kegerabak lain pula...kerana wujudnya dia hanya sebagai bayang-bayang...dia akan hadir dimana saja cahaya itu hadir..."

sumber gambar: flickr.com

"aku hadir kerana seruan dari dunia belah sana...tanpa seruan, aku lebih suka tidur dengan lena.."

You Might Also Like

13 comments:

Seruan dari dunia sebelah sana yang abadi...
Salam buat annur...

Seruan demi seruan namun aku tetap terlena...
Bangunlah wahai kekasih dari tidur yang lena...
Kerna Sang Hinggap datang sebentar cuma...
Sebelum ia terbang entah ke mana... Bangunlah!!

p/s : Bestlah puisi kali ni annur... ada maksud yg dalam...

Salam.

Abadi cuma milik Dia, tetapi jika.. Ah, mungkin di luar cerita.

Dan entah kenapa teringat lagu Anuar Zain. *gelak*

Maaf.

-AsaSiaga-

salam semua,

Ab,terima kasih...aah sekali sekala je sang hinggap datang dalam diri annur ni,jadi bila dia datang annur nukilkan lah sedikit isi hati dia...hehe...dia kirim salam pada Ab,katanya salam perkenalan...:p

R1.terima kasih ya kamu sudi singgah dsini,ya semuanya biasa2 saja,dan annur jugak skrang ni agak jarang berinternet,setelah setahun lebih aktif berblog,untuk kebelakangan perlu masa berdiam diri,ya untuk meditasi sendiri,susah juga sebenarnya mendapatkan ilham untuk berpuisi ni,kamu setuju?bersendirian itu adakala keperluan bagi seorang penulis...apatah lagi jika yang mahu dihasilkan itu dari hati...:)

Ab,annur skrang jiwa penuh sangat dengan kesalan...setiap masa yang annur lalui,ibarat bertatih dan merangkak...rasa terlalu penat dengan kehidupan...tapi kawan annur kata,hidup beginilah...ibarat mengayuh sampan,bila kita letih mengayuh,kita berehatlah sekejap...rasa bersemangat,kayuhlah balik...tapi sampan itu akan tetap berjalan menuju tujuannya...annur mencari manusia yang berhati emas,hati yang penuh dengan kasih sayang dan serius dengan kepercayaannya...terlalu banyak jiwa yang tidur...mencari cara mengejutkan semuanya kadang buat annur rasa lemah...jiwa selalu sayup skrang ni...nak berpuisi jadi canggung sangat...jadi semuanya keluar dari irama yang biasa...kadang annur fikir,kenapa sampai jadi begini...

oh manusia,
aku rela hidup sendiri,
jika dengan itu hatiku gembira,
tapi melihatkan hidup manusia di dunia ini,
aku perlu bangun biarpun hanya aku sendiri,
kerana aku menulis bukan untuk saat ini saja,
tapi impianku suaraku akan terus hidup biarpun aku telah pergi,
pergi menghadap kekasih abadi...

wahai manusia,aku bukan sesiapa,tak perlu tahu siapa aku,tapi teliti setiap apa yang aku perkatakan,itu sebenarnya yang lebih aku sukai dari diri kalian...

tunjukkan aku "harga" diri kalian

duitkah?
pangkatkah?
hartakah?
keturunankah?
ilmukah?
rupakah?

atau

kepercayaan?

yang mana?terlalu selesa hidup kamu sehingga kamu betul2 lena...

tanpa itu semua,kau manusia,dan aku juga manusia...kenapa tidak mengerti...

-Sang Hinggap-

Wa'alaikassalam... dan salam perkenalan jua buat sang hinggap...

Ya, manusia akan bangun kerana percaya...
manusia akan terus bangun dan berjuang menegakkan kepercayaan...
kepercayaan mereka dari dulu lagi..
kepercayaan sejak mereka belum wujud lagi...
mereka pasti akan terus terjaga dan berjuang...
kiranya mereka sedar akan kepercayaan sebenar...
kepercayaan bahwa mereka dulunya tiada...
sekarang ada...namun suatu masa nanti akan tiada kembali...
kepercayaan bahwa yg wujud adanya hanya Yang Mencipta...
Yang telah mencipta manusia dari tiada kepada ada...

Bangunlah wahai manusia...
Khas buat Annur juga Sang Hinggap...

MayangSari said...

....
Hai AB. seorg yg punya aura yg menyenangkan.

MayangSari said...

The soul of the Righteous is Immortal and Divine..

Such a sad eternal love story..

MayangSari said...

Bebaskanku dari semua karmaku agar dapatku bertemu dengannya...

Hai si MayangSari....
dikau masih dapat bertemu dengannya... walaupun dikau masih belum bebas dari semua karmamu...
Percayalah...

MayangSari said...

Terima kasih wahai AB.

Sama-sama kasih wahai MayangSari...
Kuatkan semangatmu, ingat orang tersayang... Mereka semua sentiasa bersamamu dan sgt menyayangi dirimu...

Apabila temanku terseksa, ku terluka. Apabila temanku bahagia, ku gembira. Semoga tiada teman yang sanggup menderita untuk melihat orang lain bahagia. Kita punya hak untuk membuat pilihan. Maka, pilihlah hidup yang bahagia dan kongsikan kebahagian itu bersama yang lain. Senyumlah seindah suria (tunggu besok pagi...)^^